Silaturahmi Hangat Alumni KeSEMaT di Kota Lama Semarang, Bahas Penguatan Jejaring dan Reuni Perak KeSEMaT
Semarang – KeAMaT. Suasana hangat penuh kekeluargaan kembali mewarnai pertemuan Alumni KeSEMaT (AMaT) di Kota Lama Semarang. Bertempat di Ikan Bakar Cianjur, tiga alumni lintas generasi berkumpul dalam agenda silaturahmi sederhana namun penuh makna pada malam hari. (7/5/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Aris Priyono (KeSEMaT I), Sapto Pamungkas (KeSEMaT VI) beserta keluarga, serta Ganis Riyan Efendi (KeSEMaT XI). Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB dengan suasana akrab yang memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan antaralumni meskipun telah lama tidak bertemu secara langsung.
Dalam suasana santai dan penuh nostalgia, berbagai cerita dan pengalaman dibagikan satu sama lain. Pertemuan ini menjadi ruang untuk mempererat kembali hubungan antargenerasi AMaT sekaligus memperkuat semangat kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi perjalanan KeSEMaT dan jejaring alumninya.
Selain menjadi ajang temu kangen, diskusi juga berkembang pada berbagai perkembangan terbaru di lingkungan KeAMaT beserta jaringan afiliasinya. Para alumni berbincang mengenai dinamika dan penguatan ekosistem organisasi, mulai dari KeSEMaT, IKAMaT, KeMANGTEER, IKLIMaT, dan KeMANGI hingga berbagai gerakan kolaboratif yang terus tumbuh dalam semangat konservasi mangrove dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Salah satu topik utama yang turut menjadi perhatian adalah persiapan REKaT (Reuni Perak KeSEMaT) yang direncanakan berlangsung pada tahun ini. Agenda tersebut dipandang sebagai momentum penting untuk mempertemukan kembali alumni lintas angkatan, memperkuat solidaritas, serta merefleksikan perjalanan panjang KeSEMaT dalam gerakan lingkungan dan sosial kemasyarakatan.
Diskusi juga mengarah pada perkembangan berbagai proyek dan program mangrove yang tengah dijalankan oleh para alumni di berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, Sapto Pamungkas berbagi cerita mengenai pengelolaan kawasan mangrove Komangjo di Purworejo, wilayah pesisir selatan Pulau Jawa yang saat ini terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis ekosistem mangrove.
Percakapan yang berlangsung hangat menunjukkan bahwa jejaring Alumni KeSEMaT tidak hanya terhubung melalui nostalgia masa lalu, tetapi juga terus hidup melalui kolaborasi, kontribusi, dan kepedulian terhadap isu lingkungan serta pembangunan masyarakat pesisir Indonesia.
Pertemuan malam itu akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga silaturahmi antargenerasi Alumni KeSEMaT. Meskipun sederhana, pertemuan seperti ini menjadi pengingat bahwa semangat keluarga besar KeSEMaT tetap tumbuh dan berjalan bersama di berbagai ruang pengabdian. (ADM).