Reuni Pendiri KeSEMaT 2026: Robby Nurcahyadi Apresiasi Perkembangan Ekosistem KeSEMaT

Reuni di Sekretariat IKAMaT: Robby Nurcahyadi dan Aris Priyono bersama keluarga besar KeSEMaT dalam reuni pendiri KeSEMaT 2026 di Sekretariat IKAMaT Semarang.

Reuni Pendiri KeSEMaT 2026: Robby Nurcahyadi Apresiasi Perkembangan Ekosistem KeSEMaT

Semarang – KeAMaT. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai reuni pendiri KeSEMaT 2026 yang berlangsung di Sekretariat IKAMaT, Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (12/10/2026). Salah satu pendiri KeSEMaT angkatan pertama, Robby Nurcahyadi (KeSEMaT I), melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus temu kangen bersama keluarga besar KeSEMaT dan jaringan kelembagaan yang berkembang bersamanya. Pertemuan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menjadi momentum istimewa untuk mengenang perjalanan KeSEMaT selama 25 tahun, sekaligus mendiskusikan perkembangan organisasi yang kini telah melahirkan berbagai lembaga sosial, komunitas relawan, jaringan alumni, program pemberdayaan masyarakat, hingga perusahaan profesional di bidang lingkungan dan strategi iklim.

Kunjungan Robby disambut langsung oleh Aris Priyono (KeSEMaT I), sesama pendiri KeSEMaT, bersama Ganis R. Efendi (KeSEMaT XI) dan Bagus R. D. Angga (KeSEMaT XII). Pertemuan tersebut turut menjadi ajang silaturahmi bersama keluarga besar KeSEMaT, KeAMaT, KeMANGTEER, KeMANGI, IKAMaT, dan IKLIMaT. Dalam suasana akrab, semua berbagi cerita, mengenang perjalanan organisasi, serta membicarakan perkembangan berbagai lembaga yang kini menjadi bagian dari ekosistem KeSEMaT.

Reuni Pendiri KeSEMaT Penuh Kehangatan dan Nostalgia

Pertemuan Dua Pendiri KeSEMaT Angkatan Pertama

Pertemuan Robby Nurcahyadi dan Aris Priyono menghadirkan suasana nostalgia yang mengingatkan kembali pada masa-masa awal pembentukan Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT) di Jepara, Jawa Tengah. KeSEMaT didirikan pada 9 Oktober 2001 oleh sembilan mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (UNDIP) yang memiliki kepedulian terhadap kondisi ekosistem mangrove di kawasan pesisir Teluk Awur. Berawal dari kegiatan penelitian, pendidikan, dan rehabilitasi mangrove, organisasi mahasiswa tersebut terus berkembang melalui regenerasi kepemimpinan, penguatan jaringan alumni, serta pembentukan berbagai lembaga yang memiliki bidang kerja masing-masing.

Dalam reuni tersebut, Robby dan Aris mengenang perjalanan organisasi sejak masa perintisan hingga perkembangannya pada 2026. Perbincangan berlangsung santai, diselingi cerita pengalaman, kenangan kebersamaan, serta diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi KeSEMaT dalam mempertahankan keberlanjutan gerakannya. Reuni pendiri KeSEMaT ini bukan sekadar pertemuan untuk melepas rindu, melainkan juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang sebuah organisasi mahasiswa yang mampu mempertahankan nilai dan semangat perjuangannya lintas generasi.

Dari Organisasi Mahasiswa Menjadi Ekosistem Kelembagaan

Perkembangan KeSEMaT Selama 25 Tahun

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah perkembangan ekosistem KeSEMaT yang semakin luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam kurun waktu 25 tahun, KeSEMaT tidak hanya mempertahankan eksistensinya sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga berhasil mengembangkan berbagai kelembagaan dengan fungsi yang saling melengkapi. Melalui jaringan alumninya, KeSEMaT membangun ekosistem organisasi yang mencakup pendidikan, konservasi, kerelawanan, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, teknologi, dan strategi iklim. Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana gerakan yang dirintis dari lingkungan kampus mampu berkembang menjadi jaringan kelembagaan yang memiliki kontribusi lebih luas.

Perkembangan tersebut terlihat dari hadirnya KeAMaT sebagai wadah alumni, KeMANGTEER sebagai gerakan relawan mangrove, IKAMaT sebagai yayasan yang bergerak dalam konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir, serta KeMANGI yang mengembangkan produk dan program adopsi mangrove. Ekosistem ini juga diperkuat melalui berbagai platform dan inisiatif, seperti Mangrove Tag untuk pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove, Mangrove Map untuk pengembangan informasi dan pemetaan mangrove, Mangrover Unite untuk mendukung gerakan konservasi, serta MANGROVEMAGZ sebagai media informasi dan edukasi mangrove. Berbagai kegiatan tersebut juga didukung oleh Mangrove Creative dalam pengembangan komunikasi dan konten kreatif lingkungan.

Perkembangan kelembagaan KeSEMaT semakin terlihat dengan hadirnya IKLIMaT pada 2026 sebagai perusahaan profesional yang mengembangkan layanan strategi iklim, keberlanjutan lingkungan, dan ekonomi karbon. Pembentukan perusahaan tersebut menandai babak baru perkembangan ekosistem KeSEMaT yang mengintegrasikan kegiatan sosial, konservasi, teknologi, dan aktivitas usaha profesional. Perjalanan ini menunjukkan bahwa pengalaman organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta konsistensi terhadap nilai dan misi lingkungan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kelembagaan yang berkelanjutan.

Makan Bersama di Selasih: Suasana makan bersama Robby Nurcahyadi, keluarga besar KeSEMaT, dan karyawan IKLIMaT di Selasih Semarang dalam reuni pendiri KeSEMaT 2026.

Makan siang bersama keluarga besar KeAMaT.

Memberikan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan

Dalam diskusi, perkembangan KeSEMaT menjadi perhatian karena organisasi yang awalnya dibangun melalui semangat sukarela mahasiswa kini mampu membuka ruang kontribusi bagi banyak pihak. Manfaat tersebut diwujudkan melalui kegiatan rehabilitasi mangrove, pendidikan lingkungan, pengembangan kapasitas masyarakat pesisir, pendampingan kelompok usaha, penyediaan lapangan pekerjaan, serta pengembangan solusi lingkungan berbasis teknologi. Kehadiran KeMANGI menjadi salah satu contoh pengembangan kegiatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat melalui produk serta program berbasis mangrove, sedangkan Mangrove Tag memperkuat pendekatan penanaman dan pemantauan mangrove berbasis data.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa keberlanjutan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan kegiatan, tetapi juga oleh kapasitas membangun sistem, menyiapkan generasi penerus, dan memperluas manfaat bagi masyarakat. Dari gerakan mahasiswa yang berfokus pada pelestarian mangrove, KeSEMaT kini telah berkembang menjadi ekosistem yang melibatkan berbagai generasi, profesi, komunitas, dan kelompok masyarakat. Perjalanan ini menjadi salah satu topik menarik dalam pertemuan karena menunjukkan bagaimana semangat konservasi yang dibangun sejak 2001 tetap relevan dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Robby Nurcahyadi Apresiasi Perkembangan dan Integritas KeSEMaT

Integritas sebagai Nilai yang Terus Diwariskan

Di tengah diskusi mengenai perkembangan organisasi, Robby Nurcahyadi menyampaikan pesan mengenai pentingnya mempertahankan integritas yang telah menjadi bagian dari perjalanan KeSEMaT selama 25 tahun.

“Kita harus tetap menjaga integritas lembaga kita,” pesan Robby dalam pertemuan tersebut.

Pesan ini menegaskan pentingnya melanjutkan nilai-nilai yang telah dibangun sejak masa perintisan, terutama ketika ekosistem KeSEMaT kini berkembang semakin luas melalui berbagai organisasi, yayasan, komunitas, dan perusahaan profesional.

Perkembangan kelembagaan KeSEMaT hingga saat ini tidak terlepas dari komitmen lintas generasi dalam menjaga integritas, profesionalisme, kepercayaan, dan konsistensi terhadap misi pelestarian lingkungan. Nilai-nilai tersebut menjadi salah satu fondasi yang memungkinkan KeSEMaT terus bertumbuh, membangun kemitraan, memperluas jaringan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks tersebut, pesan Robby merupakan bentuk dukungan agar seluruh keluarga besar KeSEMaT terus merawat dan mewariskan nilai-nilai positif yang telah mengantarkan organisasi mencapai berbagai perkembangan hingga saat ini.

Melanjutkan Nilai KeSEMaT dalam Pengembangan Kelembagaan

Perjalanan KeSEMaT menuju ekosistem kelembagaan profesional merupakan hasil kerja panjang berbagai generasi yang secara konsisten mengembangkan organisasi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai dasarnya. Kehadiran yayasan, komunitas relawan, program pemberdayaan masyarakat, hingga perusahaan menjadi bagian dari perkembangan organisasi yang terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Integritas yang telah terbangun selama seperempat abad menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga kesinambungan gerakan KeSEMaT, sekaligus mendukung pengembangan kelembagaan yang semakin profesional dan berkelanjutan.

Pesan Robby dalam reuni tersebut semakin memperkuat semangat bersama untuk mempertahankan warisan nilai organisasi di tengah perkembangan ekosistem KeSEMaT. Dengan tetap mengedepankan kebersamaan, kepercayaan, dan tanggung jawab, seluruh lembaga diharapkan dapat terus berkembang serta memperluas kontribusinya bagi pelestarian mangrove, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan keberlanjutan lingkungan.

Makan Siang Bersama dan Persiapan REKaT 2026

Silaturahmi Berlanjut di Selasih Semarang

Setelah pertemuan dan diskusi di Sekretariat IKAMaT, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama di Selasih, Semarang. Seluruh karyawan IKLIMaT turut mengikuti kegiatan tersebut sehingga suasana kebersamaan semakin terasa. Dalam suasana santai, para peserta melanjutkan perbincangan mengenai pengalaman berorganisasi, perkembangan kegiatan, serta berbagai agenda yang akan dilaksanakan keluarga besar KeSEMaT. Momen makan bersama menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara generasi pendiri, alumni, dan tim profesional yang saat ini terlibat dalam pengembangan ekosistem KeSEMaT.

Kebersamaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan kekeluargaan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi, meskipun aktivitas dan kelembagaannya telah berkembang semakin luas. Pertemuan lintas generasi ini menghadirkan ruang komunikasi yang lebih dekat antara para pendiri dan generasi penerus, sekaligus memperkuat semangat untuk terus menjaga hubungan baik di tengah kesibukan serta tanggung jawab masing-masing.

Foto Bersama di Depan Selasih: Robby Nurcahyadi bersama keluarga besar KeSEMaT dan karyawan IKLIMaT berfoto bersama di depan Selasih Semarang, 12 Oktober 2026.

Foto bersama selepas makan siang.

Menyongsong Reuni Perak KeSEMaT 2026

Selain membahas perkembangan organisasi, pertemuan juga diisi dengan diskusi mengenai persiapan Reuni Perak KeSEMaT (REKaT) 2026 yang direncanakan berlangsung pada akhir Oktober 2026. Agenda tersebut menjadi momentum penting karena bertepatan dengan 25 tahun perjalanan KeSEMaT sejak didirikan pada 9 Oktober 2001. Dalam diskusi, keluarga besar KeSEMaT membicarakan berbagai persiapan penyelenggaraan reuni yang diharapkan dapat mempertemukan alumni dari berbagai angkatan sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan yang telah terbangun selama seperempat abad.

REKaT 2026 tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan temu kangen, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antargenerasi, mengenang sejarah organisasi, serta membangun komitmen bersama dalam melanjutkan gerakan konservasi mangrove. Melalui jaringan Keluarga Alumni KeSEMaT, kegiatan reuni diharapkan dapat semakin mempererat silaturahmi dan memperkuat kontribusi alumni terhadap pengembangan organisasi. Momentum peringatan 25 tahun ini juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan berbagai pencapaian, tantangan, dan peluang pengembangan ekosistem KeSEMaT pada masa mendatang.

Reuni Pendiri KeSEMaT Perkuat Semangat Kebersamaan

Mewariskan Semangat dan Nilai KeSEMaT kepada Generasi Mendatang

Kunjungan Robby Nurcahyadi menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang KeSEMaT dibangun melalui kontribusi banyak generasi yang memiliki komitmen terhadap pelestarian mangrove. Dari sembilan mahasiswa pendiri pada 2001, KeSEMaT kini berkembang menjadi ekosistem kelembagaan yang menghubungkan organisasi mahasiswa, alumni, relawan, masyarakat pesisir, yayasan, dan perusahaan. Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana semangat kebersamaan, integritas, kepedulian lingkungan, dan regenerasi kepemimpinan yang telah tumbuh sejak masa awal organisasi terus diwariskan dan menjadi kekuatan dalam mengembangkan ekosistem KeSEMaT hingga saat ini.

Pertemuan berlangsung dengan sukses dan lancar hingga sekitar pukul 17.00 WIB, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan. Reuni pendiri KeSEMaT 2026 menjadi momentum untuk merayakan perjalanan seperempat abad organisasi sekaligus mempererat hubungan antargenerasi. Dengan berpegang pada nilai-nilai yang telah dijaga selama 25 tahun, keluarga besar KeSEMaT diharapkan terus tumbuh, berkarya, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan lingkungan. (ADM).