Ngobrol MECoK Ecopark Bareng KeAMaT Malang di Sekretariat IKAMaT

Ngobrol MECoK Ecopark Bareng KeAMaT Malang di Sekretariat IKAMaT

Ngobrol MECoK Ecopark Bareng KeAMaT Malang di Sekretariat IKAMaT

Semarang- KeAMaT. Dhira Kurniawan Saputra (Ke06SEM08aT), yang saat ini mengajar sebagai dosen di Universitas Brawijaya Malang berkunjung ke Sekretariat KeAMaT di Semarang. Kegiatan kunjungan ini, dalam rangka silaturahmi dan temu kangen dengan para AMaT di Semarang, sembari membahas perkembangan Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK) Ecopark di Teluk Awur, Jepara. (20/9/2022).

Pada tahun 2022 ini, MECoK memang sedang menjadi perhatian banyak pihak, terutama di kalangan KeAMaT dan afiliasi mangrovenya, mengingat di kawasan ini, sudah mulai dibangun treking mangrove sebagai bagian dari pembangunan Taman Mini SDGs. Eksisting mangrove di MECoK juga sudah diinventarisasi oleh IKAMaT dalam sebuah buku, yang ditemukan 34 jenis.

Dalam pertemuan ini, disepakati bersama bahwa MECoK yang merupakan salah satu lokasi yang memiliki koleksi jenis mangrove terlengkap di Jawa Tengah, perlu didukung oleh banyak pihak, mulai dari dukungan pendanaan, manajemen dan penelitian sehingga keberlanjutan MECoK sebagai sebuah ecopark yang menghadirkan leisure dan edukasi dapat terus berlanjut.

“Kalau di Jawa Timur, ada namanya Clungup Mangrove Center,” kata Dhira. “Mereka menggandeng banyak instansi, sehingga dari segi pendanaan dapat berjalan sangat lancar dan dari segi manajemennya juga sangat terintegrasi. Pengunjungnya pun hampir setiap saat selalu ada,” lanjutnya.

Bagus R. D. Angga (Ke12SEM04aT) menambahkan bahwa kedepan akan ada banyak kegiatan yang diinisiasi oleh IKAMaT di MECoK. Dengan target seluruh lapisan masyarakat, diharapkan MECoK akan dapat menjadi bahan pembelajaran yang baik mengenai konservasi mangrove di Indonesia.

“Kedepan, program pengkayaan flora dan fauna di MECoK akan terus dilakukan untuk menambah jenisnya,” kata Bagus. “SOP juga perlu dibuat dan diterapkan di manajemen MECoK, misalkan jumlah maksimal pengunjung yang masuk setiap harinya, untuk menjaga fasilitasnya dari kerusakan,” katanya lebih lanjut.

Selain Dhira dan Bagus, pertemuan yang dimulai pada pukul 14.00 – 18.00 WIB, dan diisi dengan ngobrol santai mengenai MECoK ini, juga dihadiri oleh beberapa AMaT yang berharap dengan adanya pengembangan MECoK akan lebih dapat memperkuat hubungan tali silaturahmi dan kekeluargaan antara KeAMaT dengan afiliasi mangrovenya yang lain, sehingga dapat bersama-sama mengembangkan MECoK di masa sekarang dan akan datang. (ADM/PGMP/AP).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat
1
Salam MANGROVER! Ada yang bisa kami bantu?