Gagas dan Sita Jadi Alumni KeSEMaT Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Treking Mangrove Taman Mini SDGs di MECoK Ecopark – DSTP UNDIP, Jepara

Gagas dan Sita Jadi Alumni KeSEMaT Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Treking Mangrove Taman Mini SDGs di MECoK Ecopark – DSTP UNDIP, Jepara

Gagas dan Sita Jadi Alumni KeSEMaT Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Treking Mangrove Taman Mini SDGs di MECoK Ecopark – DSTP UNDIP, Jepara

Jepara – KeAMaT. KeAMaT berkesempatan berkunjung ke MECoK Ecopark, besama dengan IKAMaT dalam rangka melakukan pemantauan pembangunan treking mangrove Taman Mini SDGs di MECoK Ecopark – DSTP UNDIP, Jepara. Perjalanan ke Jepara dimulai pada pukul 10.00 WIB dan sampai pada pukul 12.30 WIB. Sesampainya di sana, KeAMaT mencoba treking mangrove yang sedang dibangun. (22/8/2022).

“Saya sangat bersyukur, karena menjadi Alumni KeSEMaT pertama yang dapat mencoba treking mangrove di MECoK ini,” kata Trialaksita Sari Priska Ardani (KeSEMaT XIV). “Dulu, saya dan teman-teman KeSEMaT di angkatan saya, juga sempat menanam mangrove di sini. Jadi, ini adalah sebuah kebanggaan kita bersama. Semoga saja, impian kita untuk mewujudkan MECoK sebagai kawasan ekowisata mangrove, dapat terwujud sebentar lagi,” harap Trialaksita yang akrab dipanggil Sita, ini.

Keindahan treking mangrove di MECoK.

Setelah itu, KeAMaT mendampingi IKAMaT dalam melakukan kegiatan pemantauan treking mangrove di MECoK. Para pekerja mengatakan bahwa beton pada treking mangrove masih baru, dimana dibutuhkan waktu kurang lebih sebulan untuk membuatnya menjadi kompak sehingga dapat dilewati oleh pengunjung dengan layak.

“Jika saya hitung, sampai hari ini, maka sudah ada 50 meter treking yang sudah jadi, dan 72 meter beton yang sudah dipasang,” jelas Gagas Tri Pamungkas (KeSEMaT XIX), selaku Manajer Lapangan IKAMaT.

Seperti Trialaksita, Gagas juga merasa bangga dapat menjadi Alumni KeSEMaT pertama yang berhasil menjajal treking mangrove di MECoK.

Gagas foto di depan treking mangrove.

“Saya tidak menyangka, akhirnya yang dicita-citakan oleh KeSEMaT, untuk menjadikan kawasan MECoK ini sebagai kawasan ekowisata dan pendidikan mangrove akan benar-benar terwujud di tahun ini, setelah menunggu 21 tahun lamanya,” kata Gagas. “Ini luar biasa. Saya senang dan bangga sekali, bahwa perjuangan kami akhirnya berhasil,” lanjutnya.

Setelah selesai melakukan pemantauan treking mangrove di MECoK, KeAMaT dan IKAMaT melakukan foto bersama dan memasang papan informasi, seputar pekerjaan pembangunan treking mangrove. Keseluruhan kegiatan di hari itu berjalan dengan baik dan lancar, yang diakhiri dengan perjalanan kembali ke Semarang pada pukul 15.00 WIB. (GTP/ADM).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat
1
Salam MANGROVER! Ada yang bisa kami bantu?